Bismillah.
Semakin menghampiri hari-hari akhir di UIAM, semakin-lah saya menyedari bahawasanya akhawat ni ya Allah special betul.
Kenapa eh dulu macam 'kurang' perasan? Eh, bukan nak cakap mereka tak special. Tidak. Tapi penghargaan saya tak 'sekuat' ini, dahulunya. Aiceh.
Entahlah. Mungkin sebab tiba-tiba rasa nak appreciate and embrace all the moments kot.
Well, alhamdulillah lately ni saya diberi peluang yang ter-sangat banyak oleh Allah untuk bermu'ayasyah lebih dengan hadek-hadek (well, there's no more kakak senior. I'm the most senior ere muahaha zzz) ni. Dan saya dapati subhanallah mereka ni sangatlah, qowiy.
Of course Anis dan segala sifat sentimen-tel nya itu terus jog down memory lane waktu dulu-dulu di sapa mak cik T. Mak cik T je baru. Pak cik D waktu tu tak kenal lagi. Hehs.
Oh yes, dan waktu liqo' first haritu, bertaaruf semula dengan usrahmates baru, saya ditanya macam mana mula-mula kenal mak cik T dulu. Amek. Tiba-tiba rasa soalan tu macam sangat..... Eh, bagusnya awak tanya sekarang sebab saya dah nak grad UIAM pun. Grad universiti je eh. Tak lebih.
Dan teringat lah semula, waktu dulu-dulu jadi hadek-hadek. Itu tak tau. Ini tak tau. Semua tak tau. Harapkan semangat lelebih je. Pastu 'suapan' dan 'belaian' mama usrah. Tapi saya tak pernah salahkan diri saya dan semangat saya tu, sebab kalau tak kerana semangat, saya takdela nak reveal satu-persatu qawaid-qawaid nya ni.
Amboi ayat.
Selain daripada semangat, dan doa tak putus-putus para akhawat fillah, usrahmates, sahabat baik chomel, ibu ayah yang setia mendoakan kebaikan dan saya jadi baik, maka Allah tunjukkan jalanNya. Menyingkap apakah itu yang dinamakan gerabak D dan T.
Dan saya sangat perasan, hamasah yakni semangat saya kini, kalau tak di-in'asy kan, memang mudahlah untuk turun. Merudum. Pudar. Dan semua lah adjektif yang sepadan. Wahai T_T
Kadang-kadang terlintas juga, kenapa macam cepat sangat nak 'down' kini?
Kenapa tak macam dulu sentiasa semangat, waktu cuti pun dengan muka tak malu pergi register program itu ini sampai mama usrah tanya, "Ada eh prog tu?".
Mungkin kerana tanggungjawab yang semakin berat.
Nampak nak update blog pun tangguh dari hari ke sehari. Bukan sebab busy sangat pun. Sebab entah. Rasa macam eh baik baca dari update heh. Kalau baca sendiri dapat ilmu kalau update blog entah siapa nak baca heh.
Berbalik kepada akhawat, hadek-hadek yang cantik. Saya kagum dengan semangat mereka. Dengan buah idea yang tak putus-putus. Dengan hamasah mereka. Dengan sifat ingin belajar. Dan selalu tanya, "Kak Anis free tak malam ni?" atau yang paling best tahap moksya, "Kak jom mengopi petang esok? Esok free tak?" Subhanallah subhanallah, another reason to appreciate the akhawats hehehehe :P
Kenapa sweet sangat ni?
Dan disebabkan ada akhawat cechomels ni lah, saya tak rasa apa pun berada kat semester akhir ni. Tak rasa inferior sebab tak convo tahun ni whatnot, walaupun tentatively saya memang patut convo tahun depan pun heh. Tapi haritu ada rasa touching sikit sebab kalau konvo tahun ni best jugak sebab tahun ni 30th IIUM Convocation. Saya sangat terikat dengan angka 30, 3. Tapi takpelah, mungkin 31st IIUM Convocation bakal bersejarah untuk saya. Who knows? Allah knows better :)
Dan bagi saya (selalu nak distract bila typing), inilah kecantikan sebenar seorang ukht. Saya tak nampak kecantikan tudung, lilitan shawl, jubah princess cut dengan flowy flare sebagai sesuatu yang cantik dan patut/perlu dipuji. Tidak semestinya. Kalau pun ada lesung pipit di pipi kanan atau punya kulit sehalus bayi secerah mentari pun, semua pujian harus dikembalikan kepada Allah SWT.
Tapi kecantikan seorang ukhti adalah bila mana dia tetap dengan pendiriannya. Dengan prinsipnya. Dengan manhaj hidupnya. Dengan fikrahnya. Dia tetap yakin, inilah jalannya. Jalan seorang hamba. Jalan seorang penyeru. Segala-galanya perlu dipantulkan kembali kepada Allah. Eh, indah sangat.
Saya sangat menghargai hadek-hadek yang terus-terusan ajak berdiskusi, sharing caring masalah mutarabbi, plan itu ini untuk wadah, dan sebagainya, walaupun saya ni tak hebat mana. And they know that. Well informed. Tapi tetap nak tanya jugak. Nangis terharu.
Inilah cantik, definisi saya.
Jadi diri sendiri. Tetap tenang dan teguh dengan pendirian sendiri.
Lalu, pancarkan keyakinan kepada orang lain, bukan semata untuk diri sendiri.
Wahai........
Jadikan kami orang yang cantik pada pandangan-Mu, ya Allah.
Semoga hadek-hadek akhawat UIAM Kuantan terus terusan bersemangat hingga ke akhirnya.
Akhir mana?
Kat Sana nanti. Biiznillah
Kakak AN.
P.S "but i have seen the best of you and the worst of you, and i choose both."- sarah kay
Showing posts with label akhawat. Show all posts
Showing posts with label akhawat. Show all posts
Wednesday, October 1, 2014
Sunday, May 4, 2014
674. #temanjiwa
"Your soulmate is not someone that comes into your life peacefully. He is who comes to make you question things, who changes your reality, somebody that marks a before and after in your life. It is not the human being everyone has idealized, but an ordinary person, who manages to revolutionize your world in a second." - [from a tumblr]
“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert, Eat, Pray, Love
From both excerpts, I got this one clue - a soulmate shall not only be your spouse. He/she can be your true friends, your family members, or someone that do change your life significantly without you realized. He/she is somehow live around you.
Mysterious. Yet, "nak tau jugak siapa ek?".
:)
***
“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert, Eat, Pray, Love
From both excerpts, I got this one clue - a soulmate shall not only be your spouse. He/she can be your true friends, your family members, or someone that do change your life significantly without you realized. He/she is somehow live around you.
Mysterious. Yet, "nak tau jugak siapa ek?".
:)
Wednesday, April 30, 2014
673. Sinergi #1
29 April 2014.
InsyaAllah, bakal 'digulingkan', oleh mereka yang lebih baik :)
Akhawat ; sinergi ngat.
Thursday, April 24, 2014
672. Perempuan Itu (2)
#PerempuanEmpat
Ketika hari terakhir KOSMIK lepas, kami dibahagikan mengikut group yang terdiri dari pelbagai kampus dan cawangan.
Dan saya ditakdirkan, sekali lagi, untuk ber-diskusi bersama seorang akhawat, ukhti S dari kampus yang 'dikenali'. Em.
"Kak Anis, kan?"
Dia mengecam. Saya hanya tersenyum. Angguk. Jalan beriringan dengannya.
Seorang akhawat lain meluahkan masalah di tempatnya ; kurang lebih masalah yang sama - sinergi ikhwah-akhawat.
Ukhti S tiba-tiba menoleh ke arah saya, lalu berkata, sambil tersenyum,
"Eh, sama macam masalah korang."
Saya yang tadinya khusyuk mendengar penjelasan, separa terkejut dengan reaksi ukhti S.
Lepas tu rasa kelakar. Sebab dia hampir tidak mengecam saya pada awalnya. The best part is dia lebih ingat pada 'masalah' di tempat saya, berbanding nama saya.
Sungguh, akhawat.
Lol.
#PerempuanLima
"Ana tak sedap hati-lah malam ni. Macam gundah gulana dibuatnya...".
Malam tu memang serba salah dibuatnya. Entah kenapa entah. Tiba-tiba.
"Ok, nti dah settle semua belum? Dah ma'thurat? Dah baca Quran? Ana kalau 'ngokngek' selalunya mesti sebab ada yang tak settle lagi.."
Ukhti F bertanya kembali. Concern.
Saya baru perasan, tak habis tilawah lagi.
Rasa kena penumbuk se-das.
Dia ikhlas concern. Cuma diri saya yang 'tak ikhlas' menilai hubungan dengan Allah lagi.
Astaghfirullah.
Sungguh, akhawat.
*nanges*
Tuesday, April 22, 2014
671. Perempuan Itu.
Bismillah.
Saya paling 'cuak' bila saya suka + happy + gembira.
Yes, saya mengimpikannya, selalu. Tapi bila unexpected, sampai happy tetiba and tanya diri sendiri, "Kenapa hati aku berbunga harini?", then saya akan, "Ok, chill chill. Nanti kang....".
Then selalunya macam tu lah --'
Lepas tu mesti macam tak keruan pulak. Gundah gulana. Tak sedap hati. Insecure, whatever.
Lepas tu mesti macam merenung diri sendiri - refleks balik kehidupan kat dunia ni lansung tak kekal. Lansung.
Perasaan happy tu pun kejap je. Nanti kalau terlebih syiok, Allah akan 'tarik' balik sikit-sikit, sebagai peringatan. The same goes kalau diberi nikmah yang lainnya. Kalau nampak macam nak lupa daratan, Allah akan tarik sikit-sikit.
Allah. Indah betul cara Allah 'menyusupkan' kasih sayangNya.
Itulah perempuan. Hamba Allah yang unik sangat, espeseli bab emosinya.
--
#PerempuanSatu
Saya baru add seorang ukhty ni di medan FB. Tidaklah kenal beliau secara personal, lebih kepada nampak beliau dari jauh, dan tahu-lah ke'qowiy'annya dalam dakwah dan tarbiyyah, insyaAllah doa untuknya. Ameen.
Ternyata 'tarbiyyah' beliau juga ter-reflek di post2 FB beliau. Subhanallah, i enjoy reading and viewing every single of them!
Ni salah satu-nya ;
(gambar download sendiri. hehs)
"Perhiasan yang paling berharga ; berada di bilik kebal yang bukan sebarang orang boleh memandang mereka, dan bukan sebarang orang boleh menyentuh mereka.
Wanita dalam Islam ; terlalu mahal untuk dipamerkan untuk tatapan sebarang lelaki, dan terlalu mahal terlalu mahal untuk disentuh sebarang lelaki.
Ada yang tidak pernah bermimpi untuk memiliki kerana tahu tidak mampu. Yang pasti bukan sebarang lelaki dapat memilikinya."
Ah, teruja!
Kakak M, selamat berta'aruf, virtually :)
#PerempuanDua
Saya jarang menghampiri Twitter. Rasa macam insecure sangat.
Tapi saya suka buka Home di Twitter, pastu scroll down sampai habis. Siap 'Load More' lagi. Suka baca pemikiran dan idea serta refleksi hidup orang yang saya Follow yang pelbagai.
Kadang-kadang indah.
Kadang-kadang, macam tak. Atau tak nampak lagi.
Mereka punya definisi sendiri tentang kehidupan.
Tapi saya sangat suka dengan yang ini. Doakan saya jadi macam ni, insyaAllah!
Layakkah saya jadi 'hujan' itu?
:(
#PerempuanTiga
RT from Turkish Proverbs ;
"If you search for a faultless woman, you will remain a bachelor."
Ehem.
Best jadi #perempuan. Alhamdulillah!
PS Nak jadik JK Siswi lah.
Saya paling 'cuak' bila saya suka + happy + gembira.
Yes, saya mengimpikannya, selalu. Tapi bila unexpected, sampai happy tetiba and tanya diri sendiri, "Kenapa hati aku berbunga harini?", then saya akan, "Ok, chill chill. Nanti kang....".
Then selalunya macam tu lah --'
Lepas tu mesti macam tak keruan pulak. Gundah gulana. Tak sedap hati. Insecure, whatever.
Lepas tu mesti macam merenung diri sendiri - refleks balik kehidupan kat dunia ni lansung tak kekal. Lansung.
Perasaan happy tu pun kejap je. Nanti kalau terlebih syiok, Allah akan 'tarik' balik sikit-sikit, sebagai peringatan. The same goes kalau diberi nikmah yang lainnya. Kalau nampak macam nak lupa daratan, Allah akan tarik sikit-sikit.
Allah. Indah betul cara Allah 'menyusupkan' kasih sayangNya.
Itulah perempuan. Hamba Allah yang unik sangat, espeseli bab emosinya.
--
#PerempuanSatu
Saya baru add seorang ukhty ni di medan FB. Tidaklah kenal beliau secara personal, lebih kepada nampak beliau dari jauh, dan tahu-lah ke'qowiy'annya dalam dakwah dan tarbiyyah, insyaAllah doa untuknya. Ameen.
Ternyata 'tarbiyyah' beliau juga ter-reflek di post2 FB beliau. Subhanallah, i enjoy reading and viewing every single of them!
Ni salah satu-nya ;
(gambar download sendiri. hehs)
"Perhiasan yang paling berharga ; berada di bilik kebal yang bukan sebarang orang boleh memandang mereka, dan bukan sebarang orang boleh menyentuh mereka.
Wanita dalam Islam ; terlalu mahal untuk dipamerkan untuk tatapan sebarang lelaki, dan terlalu mahal terlalu mahal untuk disentuh sebarang lelaki.
Ada yang tidak pernah bermimpi untuk memiliki kerana tahu tidak mampu. Yang pasti bukan sebarang lelaki dapat memilikinya."
Ah, teruja!
Kakak M, selamat berta'aruf, virtually :)
#PerempuanDua
Saya jarang menghampiri Twitter. Rasa macam insecure sangat.
Tapi saya suka buka Home di Twitter, pastu scroll down sampai habis. Siap 'Load More' lagi. Suka baca pemikiran dan idea serta refleksi hidup orang yang saya Follow yang pelbagai.
Kadang-kadang indah.
Kadang-kadang, macam tak. Atau tak nampak lagi.
Mereka punya definisi sendiri tentang kehidupan.
Tapi saya sangat suka dengan yang ini. Doakan saya jadi macam ni, insyaAllah!
Layakkah saya jadi 'hujan' itu?
:(
#PerempuanTiga
RT from Turkish Proverbs ;
"If you search for a faultless woman, you will remain a bachelor."
Ehem.
Best jadi #perempuan. Alhamdulillah!
PS Nak jadik JK Siswi lah.
Sunday, September 15, 2013
640. Akhawat ter-chenta.
Alhamdulillah.
‘Emak’ ku, yakni naqibahku, Ukht Ainul
Mardhiyyah Zameran telah selamat diijabkabulkan dengan seorang ikhwah university-ku
sendiri, Akh Aizuddin. Rasa macam, tak percaya? Kak Ainul, antara sosok
peribadi yang boleh aku cakap, antara yang rapat dengan-ku di jalan tarbiyyah
ini, sudah dimiliki orang lain. Yeah right, orang boleh berkata, “Alaa.. dia
kahwin je. Boleh je dia nak join prog bersama, pegang usrah korang lagi.”.
Tapi, status dan pernikahan itu sedikit sebanyak bakal membataskan. Dan aku,
bersama usrah-mate Precious-ku, haruslah akur. Belajar terima keadaan dan
hakikat sebenar. Dan sama-sama mendoakan semoga impian kami, untuk bersama “…
atas dipan-dipan yang dibawahnya mengalir air yang jernih…” menjadi kenyataan,
ameen insha Allah!
Tatkala berdiri sebagai penyambut tetamu
di walimahnya, seorang demi seorang menghulurkan tangan, ada yang beserta
hadiah untuk sang mempelai, pandanganku tertancap pada setiap wajah yang lalu-lalang
di hadapanku, serta sekumpulan manusia di bawah khemah terhias indah putih dan
pink itu. Ada soalan tiba-tiba terlintas, “Siapa mereka-mereka ini?”
Kalau bukan kerana aku yang bergelar
akhawat kini, tak mungkin aku berada di majlis itu pada hari itu. Tiba-tiba
sahaja bergelar pemandu untuk ke majlis itu, mendengar dan menjadi saksi
pernikahan itu bersama akhawat yang lainnya. Menjadi penyambut tetamu di tempat
yang asing bagiku, Sekolah Rendah Islam Al-Amin, Kemaman, Terengganu.
Menghulurkan tangan untuk bersalam bersama orang-orang yang aku tak pernah
kenal seumur hidupku, apatah lagi mempunyai pertalian darah yakni keluargaku.
Tak, itu tak mungkin! Kalaupun aku bukan seorang akhawat, tidak dapat tidak aku
hanya menghadiri walimahnya, sebagai tetamu, lalu pulang semula ke UIAM seawal mungkin.
Atau, mungkin sekali tidak pergi lansung!
Tetapi Allah telah menetapkan perjalanan
hidup-ku, untuk sama-sama join the group di jalan tarbiyyah ini. Aku telah
memilih, untuk bersama jema’ah ini, tatkala banyak lagi jema’ah boleh aku
sertai, dan mereka sudah lama mengesani-ku sedari awal lagi. Allah telah
menetapkan sejak azali, bahawasanya aku akan berjumpa dengan kak Ainul, lalu
bersilaturrahmi dengannya, ber-usrah dengannya, ber-musafir dengannya,
mengenali keluarganya, ber-jaulah dengannya dan itu tidak masuk lagi iftar,
qiyam, daurah dan wasail tarbiyyah yang lain. Banyak! Dan kerana itu antara sebab
aku harus dan wajib bersyukur atas nikmat Allah yang satu ini ; nikmat
berukhuwwah, bersaudara atas dasar iman. Kalau sahaja aku hanya bersahabat
biasa, mengenalinya sebagai senior di UIAM, tidak mungkin aku bersamanya, seperti
mana dalam setiap peristiwa hidup yang kami telah lalui bersama.
Aku sedar, aku terlalu terhutang budi
dengan akhawat.
Aku masuk ke ruang masjid itu. Ramai
diantaranya adalah wajah-wajah yang tak pernah ku lihat sepanjang hidupku.
Hampir 80%. Tahulah aku, mereka adalah junior yang baru sahaja melangkah kaki
masuk ke UIAM Kuantan setelah menghabiskan pengajian asasi di kampus PJ.
Usai makan, aku mengatur langkah yang
teragak-agak untuk duduk di mana, bersama siapa, hampir tak kena! Aku masih
kekok untuk membiasakan diri ber-mu’ayasyah dengan orang-orang baru. Allahu,
beri aku kekuatan ini.
Aku pun melabuhkan punggung di suatu spot
di sebalik tirai. Namun, adik-adik ini berpusu-pusu lalu di hadapanku, tidak
bersedia untuk ke agenda seterusnya. Aku pusing, menoleh ke belakang untuk
melihat tahap kesediaan adik-adik ini untuk program ini. Nyata, mereka masih
malu-malu untuk duduk di hadapanku.
Tiba-tiba ada sebatang tubuh datang ke
arahku, dengan wajah yang tersenyum. Aku mengenali adik ini. Dia telah masuk ke
kampus utama ini tahun lepas, dan ini adalah kali ke-berapa aku berjumpa
dengannya, tapi bukan di dalam program akhawat. Terus fikiranku terlintas satu
nama ; “Siti Noraishah.”
Teringat aku bagaimana kami berkenalan,
dahulu kala. Aku mengenalinya tatkala kami sama-sama pergi ke program
memperkenalkan Mahallah Khadijah di, Al-Malik Faisal Hall yang sangat famous di
CFS IIUM, PJ. Aku keseorangan pada waktu itu. Lalu tergerak untuk berkenalan
dengan manusia di sebelah kananku, iaitu adik Aishah yang sedang diceritakan
ini. Pada waktu itu, aku melihat adik ini sangat bersemangat, dan seolah-olah
teruja kerana diterima masuk ke CFS IIUM, pada waktu itu.
Aku yang merindukan sahabat-sahabatku,
bertanyakan minatnya, kecenderungannya, dan tanggapannya pada pelajar yang
berpersatuan. Telahan aku, aku ingin berkongsi dengannya cara-cara untuk
memanfaatkan masa 2 tahun sebagai pelajar di pusat asasi itu.
Pada waktu itu, dia mengenaliku, sebagai
senior, dan juga sebagai ex-FSCC. Terus dia meminta no telefon, dan menambah aku
sebagai rakannya di FB.
Perkenalan kami terhenti di situ. Kami
tidak lagi bersua muka, sekadar meng-update status masing-masing di alam maya.
Sebelum dia memasuki UIAM Kuantan tahun
lepas, dia kembali menghubungi-ku semula, untuk bertanyakan tentang keadaan
kampus Kuantan dan keadaan diriku yang bakal menjadi senior-nya semula.
Aku terharu, lalu aku berharap untuk
kembali menyambung silaturrahim di kampus Kuantan ini.
Dan kini, aku berjumpa lagi dengannya,
tapi bukan sekadar pertembungan biasa seperti di kafe, seperti selalunya. Tapi
aku baru sahaja perasan yang aku sedang bertemu dengannya di program akhawat.
Kenangan dimatikan. Aishah menyambut
tanganku lalu bersalam denganku, seperti kakak dan adik.
“Kak, saya baru nak berjinak-jinak dengan
IKRAM ni. Doakan saya.”
Allahu akbar! Apa lagi yang lebih membahagiakan, daripada mendengar pesanannya itu :')
"Alhamdulillah... insha Allah." kata-ku, sambil menggenggam erat tanganyya.
Terus, hati rasa girang. Dan tak semena-mena, terus bersemangat untuk mengadakan perbincangan dengan ahli Biro Dana yang sedia menantikan aku untuk gerakerja seterusnya.
Terharu. Sangat terharu.
Betullah kata akh Salim, tiada yang
membahagiakan daripada berukhuwwah dengan saudara se-Islam, berlandaskan nikmat
iman, melebihi saudara kandung yang punya pertalian darah.
Jalan DnT ini mungkin sukar, panjang,
banyak mehnah, diuji bukan sekali dua, tapi nikmat yang lain seperti ukhuwwah
islamiyyah, nikmat berlapang dada, semuanya! Semuanya bagaikan 'pengajaran'
oleh Allah untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik, hambaNya yang
mengecap nikmat taqwa.
Itu, belum lagi dengan persoalan FAQ
yang ditanya kepada saya, tatkala mengenali akhawat/ikhwah dari institusi lain.
"Macam mana kenal dia?"
"Oh, akak kenal _______?"
Hampir sahaja aku tak memberikan
jawapan yang stabil kepada soalan-soalan sebegitu. Bagiku, biarlah aku sahaja
yang menyimpan kenangan perkenalan kami, dan asbab bertemu mereka yang memang qowiy
jiddan dariku. Biar sahaja perkenalan dengan mereka menjadi
cerminan untuk diri aku memperbaiki mana yang patut.
Doakan!
-UIAM Kuantan yang mendung-
Sambil menghirup kopi, menyiapkan
report intern, dan menunggu waktu lunch. Erk.
Subscribe to:
Posts (Atom)
End of Q2 2026
In the name of Allah, the Most Gracious and Most Merciful. Harini tiba-tiba terdetik di fikiran dan hati untuk buka semula emel, beserta blo...
-
Belated post.... So Google did sent me statistics on my whereabouts for 2019. It did showed that I have been to 53 cities within ...
-
ihsan gambar Ramadhan kali ni, memang bermakna. Especially untuk hari ini. Setakat hari ini. Alhamdulillah. Saya diberi pilihan -> Masjid...




