bismillah.
orang kata, antara tanda kita serius adalah kita mampu menunggu.
contoh mudah; jika kita serius lapar. kita mampu menunggu ber-jam di sebuah restoran. asalkan perut diisi. dan kita kenyang senang hati.
hmm, kita mampu untuk menunggu lamanya asalkan permintaan kita dipenuhi. ataupun seperti calon spm 2014, mampu untuk menunggu result hampir 3 bulan. sabar menunggu. meletakkan tawakal setinggi langit bahkan lebih, sbg salah satu usaha untuk mendapat yang terbaik.
orang kata.
dan menunggu itu ternyata bukanlah kerja mudah. tidak mudah untuk menanam rasa sabar, mengekalkan rasa qanaah (merasa cukup) sepanjang proses menunggu.
so kalau kita nak tau kita serius atau tak dalam sesuatu perkara, tanyalah diri kita, adakah kita mampu menunggu?
adakah kita sabar menunggu?
berbaloikah?
kalau kita tak mampu untuk menunggu walau seminit, sehari atau seminggu - lupakanlah hasrat itu. lupakanlah hasrat to be a part of the process - waiting.
dan bila kita rasa kita mampu menunggu, menunggu untuk ke peringkat seterusnya, maka teruskan. jangan toleh belakang. jangan rasa menyesal dengan tindakan itu.
bila nafsu untuk toleh belakang dan menyesal itu datang, tepuk diri, katakan pada diri -
"when you are about to give up, ask yourself why you have been holding on at first place."
mantra yang sering diputar-main dalam diri. atau pun ini yang diberi sedikit emosi -
“Some people believe holding on and hanging in there are signs of great strength. However, there are times when it takes much more strength to know when to let go and then do it.”
(Ann Landers)
untuk yang masih tertanya, saya telah mendapat 'jawapan' kepada penantian saya selama ini;
alhamdulillah, masih berpeluang mendapat baucer buku, beli buku tanpa 'rasa bersalah'.
berita baik pagi Jumaat yang barokah!
penantian yang lagi satu tu, masih menanti.
entah bila nak ketemu jawapan-
anis
seri kembangan
baru habis motivasi tiga minit #termotivasi
btw, ini entri ke-700. sebab tu tajuk spesel sikit kihkih

No comments:
Post a Comment